Persembahan untuk Bintang

Malam kadang datang diundang
tanpa kita siap untuk melepaskan mentari
Namun jalan didepan siap membentang
memberi kita arah yang harus kita jalani

Bulan menggantikan matahari walau gelap menemani
membawa pekat dan dingin
Namun embun sapa kita
memberi tetesan yang segar
dan jalan kita akan tetap menapak
membelai mimpi-mimpi yang tak terlupakan

Wahai burung yang kembali ke sarangnya
bawalah secercah semburat senja
dan biaskanlah itu

Dan puntung demi puntung rokok
terhempas kedalam asbak
menjadikan ruangan penuh asap
Namun berterimakasihlah
karna telah membantu lalui malam dan potongan asa
Asa yang harusnya kau raih hari ini
namun terpenggal oleh sebuah kisah
kisah yang tak pernah kau lupakan

Kisah dimana daun itu berguguran walau bukan dimusimnya
daun yang menguning dimusim semi
Dan sakura itu akan tetap mekar
hanya oleh sepotong nuansa masa lalu
masa yang ada kau disini

Disisiku, menggapaiku dengan segala indah itu
damai yang mengayomi walau tanpa cicit burung
dingin walau mentari terik menerpanya

Dan dalam tenda itu hanya ada kita berdua
bernaung dalam badai dan kabut dalam kerasnya pegunungan
dengan hanya alas

Bintang itu bersinar walau dunia kita beda
dan jarak tak kan menghentikan mentari tuk bersinar
wahai salju turunlah buat indah itu kembali hadir
dengan nuansa semburat ungu
hadirkan cinta untuknya
sang bintang hati
karna cinta itu tak kan mati
abadi, bagai edelweis dipuncak itu

Leave a Comment